Untuk Kawan Mahasiswa…

Oleh: Rahma Syahidah

Indonesia masih diselimuti atmosfer duka. Bencana alam maupun bencana kemanusiaan silih berganti dirasakan oleh penduduk negeri ini. Surat kabar dan televi seakan tak jengah memberitakan betapa semakin carut-marutnya Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim.

Dari segi ekonomi, negeri yang konon katanya gemah ripah loh jinawi ini nyatanya masih jauh dari kata sejahtera. Rakyat harus menerima kado pahit tahun baru dari pemerintah yang berisi kenaikan harga-harga .

Menengok sistem pendidikan yang masih tinggi, baru-baru ini kita dihebohkan oleh kejadian memilukan yang menimpa mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) yang menjadi korban penganiayaan. Dan tak menutup kemungkinan, korban berjatuhan susulan terjadi pada penerapan sistem pendidikan ala kapital.

Kondisi memprihatinkan ini tentu tidak terlepas dari rezim . Dan rezim tidak terlepas dari sistem sebagai blueprint roda kekuasaan. Penguasa yang disetir oleh para kapitalis semakin tidak pro rakyat melainkan pro kapitalis. Setiap langkah kebijakan penguasa tidak lepas dari campur tangan para kapitalis sebagai tuannya. Lantas,siapa yang menjadi korban? Tentu rakyatlah yang menjadi korbannya.

Kebijakan-kebijakan yang menyengsarakan rakyat menunjukkan kegagalan negara untuk memberikan dan menjamin kesejahteraan rakyatnya. Lantas, bagaimana kabar mahasiswa hari ini? Bukankah mahasiswa yang merupakan sosok pelaku perubahan yang begitu diharapkan? Mahasiswa yang di dalam dirinya melekat status intelektual. Mahasiswa yang digelari sebagai agen pengemban misi yang akan mengukir sejarah dan penentu masa depan. Bagaimanakah kabar mereka?

Mahasiswa harusnya menjadi barisan terdepan dalam memikirkan solusi untuk negeri. Potensi intelektualitas yang dimiliki mahasiswa harusnya tidak berhenti pada bangku-bangku perkuliahan saja. Melainkan tercurahkan untuk memikirkan nasib rakyat yang setiap hari ditindas oleh rezim rusak.
Namun nyatanya orientasi pendidikan yang salah menjadikan mahasiswa hanya berkutat mengejar materi semata. Virus-virus seperti hedon, study oriented, apatis, dan individualis yang berujung pragmatis menjangkiti tubuh mahasiswa.

Mahasiswa yang memilih jalan pragmatis, alih-alih memikirkan kondisi umat, mereka justru terjebak kepada tetek bengek acara yang menyulap mereka menjadi robot-robot yang bergerak statis dan stagnan. Mereka lebih senang menghabiskan waktu untuk memikirkan urusan pribadi dan menutup seluruh panca indera terhadap persoalan negeri.

Terlebih mahasiswa yang digerogoti oleh virus asmara. Berapa banyak kasus yang menimpa mahasiswa mulai dari MBA, aborsi, hingga berujung pembunahan. Banyak. Dan akan terus bertambah banyak apabila keimanan mahasiwa masih berada di level rendah.

Namun di sisi lain, ada yang memilih bergabung dalam gerakan, namun berada dalam kebingungan karena tak memiliki arahan. Buta dalam menyetir kendaraan perjuangan. Alhasil, keberadaannya tak memiliki pengaruh apapun justru membawa virus yang membahayakan bagi tubuh pergerakan. Virus tersebut lantas menular kepada sesama aktivis pergerakan. Akibatnya, haluan pergerakan menjadi tidak jelas, tidak terarah, dan gampang dibelokkan .

Aktivis yang tergabung dalam pergerakan tersebut tanpa sadar telah mencabut ruh perjuangan. Kendaraan pergerakan yang semacam ini, akan dengan mudah ditunggangi dan dijadikan alat kepentingan oleh pihak-pihak yang memiliki power lebih besar. Meski berembel-embel pergerakan Islam sekalipun, jika ruh pergerakannya telah tercabut, mereka akan dengan mudah digiring kepada aktivitas-aktivitas yang menguntungkan pihak pengendali. Dan perlahan, tubuh pergerakan akan mengalami fase kritis kemudian mati.

Pergerakan mahasiswa haruslah memiliki arahan yang jelas. Ridho Allah adalah cita-citanya dan Islam adalah ruh pergerakannya. Mereka akan menjadikan Islam sebagai solusi atas permasalahan negeri. Karena masalah yang tengah mendera umat saat ini disebabkan oleh rezim dan sistem yang rusak dan hanya dapat dituntaskan dengan solusi Islam, bukan solusi yang lain.

Oleh karenanya mewujudkan penerapan syariah secara menyeluruh oleh pemimpin yang bertaqwa haruslah dengan mengganti sistem yang rusak dengan sistem agung yang berasal dari Sang Pencipta dan Sang Pengatur Kehidupan. Sistem itu bernama khilafah.

Mari kawan mahasiswa, bergabung dalam pergerakan mahasiswa untuk memperjuangkan kembali institusi yang menerapkan syari’ah Islam secara menyeluruh dalam bingkai daulah khilafah!

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Generasi Produk Sekuler dan Solusinya

Read Next

Siapakah ‘Penjahat’ Rakyat Sebenarnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *