Breaking News :

October 14, 2019

Pacaran Buah Sistem Kapitalis

Oleh: Yuyun Suminah
Komunitas Karimah (Kajian Remaja Muslimah) Cikampek-Karawang

Banyak orang yang mengatakan, nikah tanpa pacaran itu ibarat beli kucing dalam karung. Nikah dengan orang yang belum kita kenal luar dalam. Padahal orang yang menikah dengan jalan pacaran justru, ibarat membeli kucing di pinggir jalan yang sudah dipegang – pegang oleh para konsumen, sehingga tidak sebersih dan sebaik produk dalam kemasan.

Aktivitas  pacaran sudah menjadi budaya di kalangan para remaja zaman now. Aktivitas yang melegalkan hubungan intim. Ketika aktivitas pacaran sudah menjadi tradisi maka para remaja yang berstatus jomblo berlomba-lomba mencari pasangan. Supaya dianggap laku, gaul dan tidak kena bully. Tak peduli menabrak syariat Islam.

Sudah banyak fakta para aktivis pacaran berakhir tradis yang hamil diluar nikah dan membunuh bayinya sendiri. Seperti kasus pembunuhan terhadap anaknya sendiri yang dilakukan oleh remaja berinisial SNI (18) di dalam toilet Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Beriman.

Perempuan asal Tenggarong melakukan tindakan tersebut dengan alasan belum siap menikah dan belum siap punya anak, ia pun terpaksa melakukan hal itu. Padahal sang pacar diakui SNI telah siap untuk mengarungi rumah tangga bersamanya. (Okenews.com 28/07/19)

Fakta-fakta tersebut bukan sekali itu saja yang terjadi, masih banyak diluar sana yang mengalami hal serupa. Para aktivis pacaran berujung pembunuhan bayi.

Miris Akibat Sistem Kapitalis
Sistem kapitalis yang memberikan ruang kepada para remaja untuk melakukan apapun sebebas-bebasnya tanpa batas diantaranya pacaran. Pacaran salah satu buah dari sistem kapitalis dengan dalih hak asasi manusia.

Maka wajar semakin maraknya tindak kriminal yang dilakukan para aktivis pacaran seperti membunuh bayinya sendiri, aborsi dll. Mereka beranggapan pacaran itu tidak merugikan orang lain. Ketika mereka melakukan zinapun itu hak mereka. Seperti itulah sistem kapitalis membentuk generasi-generasi penurus bangsa dibuat sibuk dengan urusan syahwat semata.

Islam Menjaga Generasi
Aktivitas pacaran boleh dalam Islam ketika itu diawali oleh akad yaitu pernikahan tanpa ada kata” main-main” alias pacaran.
Ketika ada remaja yang sudah siap nikah atau sudah balig maka dalam sistem Islam akan dipersiapkan pembekalan ilmu berumah tangga kerena menikah merupakan ibadah terlama butuh kesiapan mental dan ilmu.

Tapi jika belum siap nikah maka negara akan mengkondisikan lingkungan baik lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah. Seperti menjaga interaksi antara laki-laki dan perempuan, tontonan dll. Mereka akan disibukan dengan aktivitas yang bermanfaat diantaranya menuntut ilmu. Wallahu’alam. [om]

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Hiperbola Membanggakan Infrastruktur

Read Next

Selamat Datang di Dunia Kampus, Dik!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *