Breaking News :

October 14, 2019

Kontroversi Film The Santri

Oleh : Rita Yusnita
(Komunitas Pena Islam)

Kontoversi sebuah film kembali mencuat setelah beberapa bulan lalu publik dikejutkan dengan rilisnya sebuah film tentang eljibiti. Sekarang muncul kembali dengan genre yang berbeda akan tetapi tujuan yang sama, yaitu meracuni pemikiran generasi muda dengan pergaulan bebas yang pastinya jauh dari syariat.
The Santri, sebuah film yang disutradarai oleh Livi Zheng dan dibintangi oleh Wirda Mansur, puteri seorang ustadz kondang, Ustadz Yusuf Mansur, dan dibintangi pula oleh Guz Azmi dan Emil Dardak.Terlepas dari pro dan kontra tentang penayangan film The Santri, jauh sebelum itu Livi sang sutradara sudah menjadi isu kontroversi media sosial yang mempertanyakan prestasinya dalam bidang persutradaraan film di Hollywood. Tapi, bukan itu sebab film garapannya menuai kontroversi.

Trailer film The Santri sebelumnya mendapat protes keras dari organisasi keagamaan Front Santri Indonesia (FSI). Ketua umumnya, Hanif Alathas menilai apa yang diperlihatkan dalam trailer film ini bertolak belakang dengan akhlak santri maupun tradisi di Pesantren,(Fajar.co.id, 20/09/2019). Hal senada juga disampaikan ustadz kondang Abdul Somad yang menilai bahwa film garapan Livi Zheng ini tidak sesuai dengan aqidah islam. Alasannya, ada adegan dimana dua santri masuk gereja dan saling tatapan mata dengan lain jenis. Jaram hukumnya masuk ke rumah ibadah orang lain

“Saya enggak nonton film The Santri ini sampai habis, baru tengok trailernya. Tapi, di dalam itu yang bisa saya komentari, masuk ke rumah ibadah karena Nabi tak mau masuk ke dalam rumah ibadah yang di dalamnya ada berhala,” ujar Ustadz Abdul Somad dilansir dari sebuah video yang dibagikan di saluran You Tube-nya, Rabu (18/09).

Film sebagai sarana penyampai sebuah aspirasi hendaknya bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Bukannya malah dijadikan alat untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya yang pada akhirnya meracuni pemikiran generasi muda dengan berbagai ide rusaknya seperti plularisme, liberalisme, permisivisme hingga hedonisme.
Tapi, tidaklah mengherankan karena dalam sistem sekarang hal itu memang dibiarkan. Mereka sengaja menjauhkan para generasi muda muslim jauh dari nilai-nilai agama yang sebenarnya. Yaitu, hukum syariat yang hanya bersumber dari Alquran dan Hadits.

Karena itu marilah kita bersama-sama membentengi anak-anak kita dengan akhlak yang mulia. Berpegang teguh kepada hukum Allah dan menjadikan mereka pejuang-pejuang yang membela agamanya. Karena Allah telah menegaskan dalam Alquran yang artinya, “Siapa saja yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, sesungguhnya akan kami beri kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl [16]:97).

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Revisi Undang-Undang KPK Bukan Solusi

Read Next

Liberalisi Di Balik Film Receh ‘The Santri’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *