Kamukah Para Pasukan Buzzer-Nya

Oleh: Yuyun Suminah (Aktivis Karimah, Kajian Remaja Muslimah Cikampek)

Hi…gaes, sudah tidak asingkan dengan kata Buzzer? Yap. Kata Buzzer sudah viral dan menjadi trend diberbagai kalangan termasuk remaja milenial. Buzzer berasal dari bahasa inggris yang mempunyai arti lonceng atau alarm. Lonceng atau alarm ini berfungsi untuk memanggil, memberitahu dan mengumpulkan orang untuk berkumpul atau melakukan sesuatu.

Di Indonesia sendiri Buzzer sudah menjadi alat pencetak uang, ko bisa? Bisalah, karena aktivitasnya sudah menjadi sebuah pekerjaan yang bikin ngiler, gimana gak ngiler gaji para Buzzer ini kisaran 1-50 juta, wow fantastis!. Pekerjaan buzzer bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja, dan yang pasti no modal besar. Asal punya kuota Internet, HP dan jari. Tinggal klik, like, share dan comment di berbagai sosial media. Kuat melek dan kriting-kriting tuh jempol hehe.

Ada yang sudah tahu kalau di Universitas Oxford menerbitkan penelitian berjudul ‘The Global Disinformation Order 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation’ yang digarap oleh Samantha Bradshaw dan Philip N. Howard. Dalam penelitian itu disebutkan bahwa Indonesia menjadi satu dari 70 negara yang menggunakan pasukan siber alias buzzer untuk sejumlah kepentingan sepanjang 2019. (CNN Indonesia.com). Tuh… ternyata jasa Buzzer banyak yang membutuhkan juga ya.
Biasanya yang menggunakan jasa Buzzer mulai dari lembaga pemerintah seperti para politikus, swasta dll. Kepentingannya macem-macem ada yang sekedar pencitraan, menyebarkan isu, propaganda, berita dll. Sehingga bisa membentuk opini di tengah-tengah masyarakat.

Kita sebagai orang yang beriman jangan hanya tergiur oleh gaji besar tapi membawa malapetaka. Gimana gak membawa malapetaka para bazzer bayaran ini menyebarkan berita-berita hoax alias bohong. Bikin masyarakat panik bahkan fobia terhadap agamanya sendiri.
Para bazzer penyebar Hoax tersebut sudah pasti dosa yang akan mereka terima, apalah artinya sebuah materi kalau yang dilakukan melabrak syariat. Yang ada Nol besar alias sia-sia. Berbeda dengan para pasukan buzzerNya memang mereka tidak mendapatkan materi alias gaji tapi yang dilakukan oleh mereka bernilai di sisiNya. Karena yang disebarkan adalah kebaikan, informasi yang membongkar makar-makarNya, dll.

Pasukan buzzer ini hanya mengharapkan ridhoNya, mereka hanya ingin agama yang hak ini menjadi jalan keluar atas permasalahan umat saat ini. Nah… kamu ada di posisi mana nih, menjadi pasukan buzzerNya atau sebaliknya? Wallahu alam.

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Homo Seksual Mendominasi Pengidap HIV/AIDS

Read Next

Cara Islam Melindungi Generasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *