Hijrah Hakiki, Mewujudkan Kepemimpinan Islam

Oleh : Azizah Nur Hidayah
(Pelajar, Author, Member Akademi Menulis Kreatif)

Hijrah. Kata yang akhir-akhir ini sangat sering terdengar di telinga. Masyarakat beramai-ramai membicarakannya. Namun, sudahkah kita mengetahui makna dari Hijrah yang sesungguhnya?

Makna hijrah secara Bahasa menurut Imam Syafi’I adalah berpindah. Berpindah dari kekafiran kepada keimanan. Berpindah dari Negeri Kafir menuju Negeri Islam. Serta berpindah dari perbuatan buruk menuju perbuatan baik. Atau dapat disimpulkan, hijrah adalah berpindah dari keburukan atau kemaksiatan menuju keimanan serta keta’atan kepada Allah SWT. Berpindah dari Negeri yang tidak menerapkan syari’at Islam menuju Negeri yang menerapkan Islam secara Kaffah (menyeluruh).

Inilah makna sesungguhnya tentang hijrah, yaitu mewujudkan kepemimpinan Islam (Khilafah). Dimana dalam kepemimpinan atau sistem ini, Islam diterapkan secara menyeluruh. Seluruh peraturan, hukum, dan Syari’at Islam diterapkan seluruhnya. Tidak terkecuali satu pun. Baik itu dalam aspek politik, ekonomi, hukum, sosial, pendidikan, dan berbagai aspek lainnya. Seluruhnya wajib dilaksanakan dan diterapkan sesuai dengan peraturan yang telah Allah tetapkan. Hanya dalam bentuk pemerintahan Khilafah-lah, seluruh syari’at Islam dapat diterapkan secara kaffah.

Tegaknya Khilafah merupakan kebutuhan mendesak. Hal ini dikarenakan, semakin nampak nyatanya kerusakan akibat penerapan sistem sekuler. Kerusakan yang telah mendzalimi Umat. Berbagai masalah timbul akibat tidak diterapkannya Islam, serta tidak berdayanya Negara. Kemiskinan, pergaulan bebas, angka putus sekolah yang semakin tinggi, biaya kesehatan yang mencekik rakyat kecil, dan berbagai cabang permasalahan yang terjadi akibat penerapan sistem sekuler ini.

Tegaknya Khilafah sangat dinanti oleh Umat. Dimana hanya dalam sistem inilah, kesejahteraan Umat dijamin oleh Negara. Negara yang menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pondasi bernegara. Negara memiliki hak penuh dalam mengurusi rakyatnya sesuai dengan aturan Islam. Hal ini dapat kita buktikan dengan berkaca ke sejarah. Dimana dulu Khilafah pernah berdiri. Mengayomi ¾ dunia selama 13 abad lamanya. Sejarah mencatat, tak ada satu pun orang miskin di dalam Daulah Islam (Khilafah), Negara telah menjamin seluruh kebutuhan rakyatnya. Tak ada anak-anak yang putus sekolah, pendidikannya dijamin oleh Negara. Tak ada juga umat yang menderita lantaran membayar harga kesehatan yang mahal. Lantaran Negara telah memfasilitasinya, gratis untuk rakyat.

Melihat fakta tersebut, tidak inginkah kita berada di dalam Negara yang amat sejahtera itu? Dimana kebutuhan hidup di jamin oleh Negara. Penerapan Islam diterapkan secara menyeluruh.
Khilafah adalah janji Allah. Janji yang tak akan mungkin diingkari. Maka momentum Muharram ini, seharusnya menjadi momentum bagi Umat untuk menyongsong kembalinya kepemimpinan Islam. Menjadikannya sebagai sebenar-benarnya hijrah, yaitu mewujudkan Khilafah yang mengikuti metode kenabian. Marilah kita bersama-sama menggencarkan dakwah Islam Kaffah, agar janji Allah akan tegaknya Khilafah dapat segera terwujud. [OM]

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Dibalik Maraknya Kekerasan Seksual pada Anak

Read Next

Tips Hijrah Istiqomah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *