Hii..Tagihan Listrik : Serem!

Oleh: Rahma

Tagihan listrik dikeluhkan oleh sejumlah warga. Bagaimana tidak? Di era pandemi seperti ini, tagihan listrik yang harus dibayar warga melonjak berkali-kali lipat. Sungguh ironis negeri ini. Tentu persoalan ini hanya bisa tuntas dengan sistem islam semata. Islam mewajibkan kehadiran pemerintah (Khalifah) adalah sebagai pelaksana syariah Allah subhanahu wa ta’ala secara kaffah. Karenanya, karakter sebagai raain (pelayanan pemenuhan berbagai hajat hidup publik) dan junnah (pelindung) begitu menonjol. Visi yang orisinil tampak dari kesungguhan penyelanggarakan pemenuhan berbagai hajat hidup publik termasuk listrik sesuai ketentuan syariat Islam.
Menurut Islam, listrik merupakan kepemilikan umum yang wajib dikuasai dan dikelola oleh negara untuk kepentingan seluruh rakyat. Karena, Listrik merupakan kebutuhan pokok rakyat dan merupakan bentuk pelayanan masyarakat yang wajib dilakukan negara.Oleh karena itu, negara tidak boleh menyerahkan penguasaan dan pengelolaan listrik kepada swasta sebagaimana mana negara juga tidak boleh menyerahkan penguasaan dan pengelolaan bahan baku pembangkit listrik kepada swasta.
Berkaitan dengan ini Rasulullah saw bersabda:“Kaum muslimin berserikat dalam tiga hal, yaitu air, padang rumput dan api.”(HR. Abu Daud).Termasuk dalam api disini adalah energi berupa listrik. Yang juga termasuk kepemilikan umum adalah barang tambang yang jumlahmya sangat besar.
Oleh karena itu, industri yang dihasilkan dari barang milik umum dalam hal ini listrik merupakan milik umum. Dalam Islam, kepemilikan umum wajib dikelola oleh negara karena negara adalah wakil ummat. Selain iitu keberadaan sumber energi pembangkit listrik berupa batu bara dan migas yang potensinya berlimpah di bumi Indonesia pemerintah harus menjamin pemenuhan kebutuhan listrik individu publik yang murah/gratis secara memadai kapanpun dan dimanapun dibutuhkan. Apapun alasannya terlarang negara berfungsi sebagai regulator dan terlarang pula pengelolaannya diserahkan pada korporasi atau semi korporasi. Baik pada aspek pembangkit, transmisi maupun distribusi.
Dalam islam Negara wajib mendirikan industri-industri yang penting bagi terwujudnya kemashlahatan publik, khususnya dalam hal pemenuhan hajat hidup termasuk industri kelistrikan. Sehingga tersedia secara memadai baik dari segi kualitas maupun mutu, disamping mudah diakses. Dengan demikian setiap rumah dialiri listrik secara memadai tanpa pemadaman demikian pula berbagai fasilitas umum.

Dari sini hendaknya umat islam pun harus segera menyadari bahwa sudah saatnya kita gencar menawarkan sistem alternatif di tengah kuatnya arus sistem kapitalisme yang perlahan-perlahan akan runtuh. Yaitu, sistem pemerintahan Islam. Sistem pemerintahan yang dijalankan pada landasan yang dijamin kebenarannya dan kekuatannya, yaitu berdasar pada Al Qur’an dan Al Hadist. Sistem yang akan mampu mensejahterakan umat secara menyuluruh, baik yang muslim maupun yang non-muslim.

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Lonjakan TDL di Tengan Pandemi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *