Hati-hati HIV Mengancammu! Waspadalah!

Oleh: Hilya (Mahasiswa)

MayangkaraNews.com . Di tahun 2019 dari Januari sampai awal Desember ini, 5 ODHA di Kabupaten Blitar meninggal dunia. Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Krisna Yekti mengatakan data baru tahun 2019, temuan HIV AIDS di Kabupaten Blitar mulai Januari sampai awal Desember ini tercatat 86 kasus.
Kata Krisna, dari 86 jumlah penderita atau Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), 5 di antaranya meninggal dunia. 5 ODHA yang meninggal dunia sudah masuk kategori akut atau AIDS sehingga tidak bisa terselamatkan. Krisna menambahkan hasil evaluasi data mayoritas penderita HIV AIDS di Kabupaten Blitar justru ibu rumah tangga. Menurutnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar akan mengintensifkan pemahamam kepada ibu rumah tangga agar memiliki kesadaran tinggi memeriksakan HIV AIDS meski dalam kondisi sehat.
Adapun cara menularnya HIV/AIDS bisa dengan hubungan seksual gonta-ganti pasangan, donor darah yang terkontaminasi HIV, Penggunaan napza suntik secara bergantian, dari ibu postif HIV ke bayi di kandungnya, selama proses kehamilan, persalinan, dan saat menyusui. Tren penularan tahun 2019: Hetero; kseksual, Homoseksual. Hal ini membuktikan bahwa sampai saat ini, sistem Demokrasi-Kapitalisme tidak dapat mencegah penyebaran virus tersebut, bahkan virus tersebut semakin marak terjadi. Salah satu bukti dengan adanya hukuman yang tidak menimbulkan efek jera bagi para pelaku. Jika memang pemerintah berupaya sungguh-sungguh untuk memberantas virus ini, maka akan terlahirlah peraturan yang akan membuat manusia (yang ingin melakukan hubungan seksual) akan berfikir ribuan kali untuk berganti pasangan, dokter-dokter pun akan sungguh-sungguh memisahkan alat -alat yang terkena Virus HIV.
Itulah mengapa pada saat ini, kita membutuhkan Khilafah. Sebagai negara yang bertindak tegas dalam menyikapi problem Umat Manusia (sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah). Ia akan menghukum siapa saja yang berbuat (berhubungan seksual) tidak pada tempatnya (sesuai dengan apa yang disyariatkan). Salah satu contohnya seperti, hukuman rajam bagi orang yang melakukan zina, maka jelaslah tak ada orang yang mau berbuat zina. Disamping itu, Negara Khilafah juga akan melakukan upaya dengan membatasi interaksi yang dapat menjurus ke dalamnya, seperti menutup tempat-tempat prostitusi, melarang beredarnya minuman keras, serta menfhapus tayangan-tayangan yang dapat menimbulkan syahwat (nafsu), dll. Dan tak lupa menanamkan pemahaman kepada masyarakat, bahwa berbuat zina merupakan salah satu dosa besar, dan juga salah satu hal yang dapat merusak penerus bangsa tanpa kita sadari.
Maka, jika sudah seperti ini apakah masih ada yang berani untuk berbuat zina? Mereka pasti akan berfikir ribuan kali jika ingin melakukan aktifitas tersebut. Tak ingin salah satu keluarganya terjangkit virus mematikan. Oleh karnanya, perlu sekali bagi kita untuk mewujudkan keberadaan Khilafah. Disamping dapat menjalankan  Allah dan terselamatnya Umat manusia dari virus yang mematikan ini.

Wallahu A’lam.

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

TERDIAM DIATAS PENDERITAAN UIGHUR

Read Next

Pilu di Tahun Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *