Geram! Lagi-lagi Islam Dinistakan

Oleh: Anna Smatt

YouTuber Atta Halilintar dilaporkan Ustaz Ruhimat ke Polda Metro Jaya atas tuduhan menista agama. Salah satu isi konten Atta disebut mempermainkan gerakan salat.
“Ya (ada laporan), kita pelajari, kita lakukan penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 14 November 2019.
Dalam video itu, Atta dan adik-adiknya terlihat sedang salat berjamaah dengan menggunakan baju muslim. Namun, pencetus kata “ashiaaap” itu saling menginjak kaki satu sama lain. Hal itu yang dinilai Ustaz mempermainkan agama.
Laporan Ustad Ruhimat tercantum dengan nomor LP/7322/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus tanggal 13 November 2019. Pasal yang disangkakan adalah Pasal 156 a, dan UU ITE Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 a tentang dugaan penistaan agama.
Tidak hanya Atta Halilintar, Sukmawati juga telah menodai agama Islam. Rasulullah Saw dibandingkan dengan Ir. Soekarno. Dia menyebut video yang tersebar di media sosial telah diedit, bukan sepenuhnya seperti yang dia sampaikan.
Dalam potongan video yang dimaksud, Sukmawati berkata, “Mana lebih bagus Pancasila atau Alquran? Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di Abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Ir. Sukarno untuk kemerdekaan?”.
Atas pernyataan yang dianggap membandingkan Sukarno dan Nabi Muhammad itu, Sukmawati dilaporkan oleh simpatisan Koordinator Bela Islam (Korlabi).
Pihak kepolisian menerima laporan bernomor LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum pada 15 November 2019 dengan pelapor Ratih Puspa Nusanti. Pasal yang dilaporkan yakni tentang tindak pidana penistaan agama Pasal 156a KUHP.
Di waktu yang sama ada salah satu game Remi di Indonesia Dalam game daring tersebut, muncul kata-kata kasar yang dialamatkan kepada Nabi Muhammad SAW dan Islam.

Pantas saja, warganet dan gamer yang marah dengan hinaan tersebut. Gara-gara itu lah, game ini mendapatkan peringkat 1 bintang saja di Play Store. Kalau kamu cari aplikasi Remi Indonesia besutan Paagisoft di Play Store, kamu bakal tak menemukannya. Pun demikian, kalau kamu lihat di hasil pencarian di Google akan muncul informasi soal aplikasi Remi Indonesia, namun saat diklik tidak akan bisa diakses.
Kamu penasaran? cobalah klik kanan link hasil pencarian game Remi Indonesia dan pilih ‘cached’.

Maka kamu bakalan menemukan beberapa komentar ulasan atas game ini. Banyak gamer dan warganet yang mengecam game ini karena mencantumkan hinaan kepada Nabi Muhammad SAW dan Islam.
Astaghfirullah! Gw belum main ini tapi dapet video dari grup. Ini pelecehan banget, agama saya di bawa. Agama diperjelekan! Ini beneran! Nama agama di beri nama kotor! Bahaya banget dahhh!! Jangan main² sm agama temen-teman.. Masa agama buat name user! Heran aku sm developer! Ini developer apa coba?! Game…,” tulis ulasan pengguna dengan nama akun Nau.Myau dikutip Senin 11 November 2019. Dan ada beberapa komentar lainnya yang mengecam aplikasi game ini.

Kasus penistaan agama terus terjadi baik berupa penghinaan ataupun pelecehan terhadap Allah, Rasulullah saw dan ulama maupun terhadap ajaran Islam berupa syariat termasuk ibadah.
Semua itu dilakukan karena ketidaktahuan atau kesengajaan terhadap agama Islam.
Dari sini terlihat negara sekuler gagal melindungi agama. Undang – undang penodaan agama yang sudah dibuat tidak efektif menghentikan semua itu. Ditambah lagi penegakan hukumnya seringkali tidak memenuhi rasa keadilan. PKS mengusulkan RUU perlindungan agama dan ulama untuk memperluas cakupan UU yang sudah ada atau menutup celah kekosongan hukum dalam konteks saat ini.
Tidak cukup dengan adanya regulasi baru dan penegakan hukum yang tegas, tapi butuh perubahan sistemik untuk menempatkan Islam yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya sebagai sumber seluruh nilai dan aturan seluruh aspek. Semua warga negara wajib memahami dan mempraktekkan nya. Dan pihak pendengki Islam juga tidak akan dibiarkan menjalankan aksinya. Hanya dengan kedudukan itulah perendahan terhadapnya akan berhenti.
Penistaan terhadap Nabi saw. juga terjadi karena prinsip kebebasan berbicara yang diberikan sekularisme-liberalisme yang memberikan panggung kepada orang-orang yang mendengki dan terus menyerang Islam. Mereka dilindungi oleh berbagai peraturan dan orang-orang yang bersekongkol dengan mereka. Ketahuilah mereka tak akan pernah berhenti melakukan penyerangan terhadap agama ini. Kedengkian yang tersimpan dalam hati mereka jauh lebih besar lagi (QS Ali Imran [3]: 118).
Agama ini sungguh tak akan dapat terlindungi jika umat tak memiliki pelindung yang kuat. Dulu Khilafah Utsmaniyah sanggup menghentikan rencana pementasan drama karya Voltaire yang akan menista kemuliaan Nabi saw. Saat itu Sultan Abdul Hamid II langsung mengultimatum Kerajaan Inggris yang bersikukuh tetap akan mengizinkan pementasan drama murahan tersebut. Sultan berkata, “Kalau begitu, saya akan mengeluarkan perintah kepada umat Islam dengan mengatakan bahwa Inggris sedang menyerang dan menghina Rasul kita! Saya akan mengobarkan jihad akbar!” Kerajaan Inggris pun ketakutan. Pementasan itu dibatalkan. Sungguh, saat ini umat membutuhkan pelindung yang agung itu. Itulah Khilafah!

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Menanamkan Kecintaan Kepada Nabi Sejak Dini

Read Next

Misteri Proyek Pemerintah di ‘Desa Siluman’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *