Fenomena Crosshijaber Produk Kapitalis Liberalis

Oleh: Nurhayati, S.H
(Aktivis Muslimah)

Fenomena crosshijaber menambah daftar panjang bentuk penyimpangan sosial yang terjadi di tengah umat. Kondisi ini semakin meruwetkan kehidupan dalam arus liberalisme yang sejak awal sudah carut marut.

Lelaki berhijab (crosshijaber) disebut menyimpang karena menutup aurat bagi laki-laki bukan dengan mengenakan hijab sebagaimana yang disyariatkan oleh Islam kepada para muslimah. Hal ini berpotensi asusila dan bentuk pelecehan terhadap agama, sebagaimana yang disampaikan oleh ketua GNPF MUI Balikpapan, Abdul Rais melalui wawancaranya di Tribun Kaltim.

Crosshijaber memunculkan keresahan karena selain penyimpangan pada cara pakaian, mereka juga membentuk komunitas lelaki berhijab. Terlebih aksinya sampai masuk ke dalam toilet wanita dan tempat ibadah di bagian barisan perempuan. Hal ini menjadi fenomena negatif baru di tengah umat. (https://kaltim.tribunnews.com/2019/10/14/crosshijaber-resahkan-warga-ketua-gnpf-balikpapan-anggap-lecehkan-agama-dan-berpotensi-asusila )

Perlu kita sadari, saat ini umat dipaksa untuk menerima fenomena sosial yang melanggar akidah Islam melalui upaya penyimpangan yang dilakukan secara terus menerus ke tengah-tengah tubuh umat dalam rangka agar umat terbiasa menyaksikan pelanggaran syariat pada kehidupan sehari-hari. Hal ini bertujuan menggeser pemikiran dari standar syariat Islam kepada toleransi budaya dan kebiasaan.

Fenomena menyimpang semisal crosshijaber dalam sistem kapitalis yang menganut asas liberal akan selalu menjadi racun dalam tubuh umat. Karena sistem inilah yang membebaskan paham apapun masuk, termasuk paham LGBT, feminisme dan paham-paham rusak lainnya. Dan paham-paham inilah yang sedang dicekoki pada kaum muslimin.

Kaum muslimin hari ini terpaksa hidup dalam sistem kapitalisme yang berasaskan liberalisme dengan menjadikan Islam sebagai musuh utamanya. Melalui berbagai propaganda dan upaya penyesatan akidah, kaum muslimin dipaksa menerima hal-hal diluar nalar kemanusian.

Selama liberalisme masih menjadi asas dalam kehidupan maka selama itu pula manusia akan selalu menyimpang dari fitrah dan berpotensi melanggar kodratnya sebagai hamba Allah. Liberalisme justru mengajak pada kemunduran berfikir seperti pada masa jahiliyah. Padahal Islam datang untuk menghapus segala bentuk kejahiliyaan dan mengajak umat kembali pada fitrahnya yang luhur.

Sesungguhnya, hanya dalam negara yang berasaskan liberalisme lah bermacam-macam kesesatan dan penyimpangan boleh terjadi. Selama tidak ada kepentingan yang dirugikan, maka sesiapapun bebas melakukan apapun.

Negara kapitalis tidak memfasilitasi penjagaan terhadap akidah, apalagi jika terdapat bentuk penyimpangan syariat. Negara berasas liberal tidak mengakomodir peranan Islam, justru malah menjauhkan peran tersebut dari kenegaraan.

Padahal dengan penerapan syariat Islam secara totalitas dan menyeluruh, manusia akan hidup sesuai dengan fitrahnya. Syariat akan menutup pintu-pintu kemaksiatan dan menghilangkan segala kemungkinan penyimpangan sosial. Negara yang menerapkan syariat Islam justru akan mengajak umat berjalan ke arah kebangkitan. Mambangun peradaban manusia gemilang seperti pada abad sebelumnya, abad keemasan Islam di abad pertengahan.

Namun syariat Islam takkan pernah bisa diterapkan selama negara tersebut menganut asas liberal-kapitalis. Kemurnian Islam takkan bisa dicampuradukkan dengan kerusakan liberal-kapitalis. Oleh karena itu negara harus mengambil sikap, apakah tetap mempertahankan liberal-kapitalis yang akan membawa umat pada kejahiliyaan atau menggantikannya dengan syariat Islam yang akan mengajak umat pada kebangkitan hakiki. Tentu menerapkan syariat Islam merupakan sikap yang benar karena telah nampak kerusakan akibat penerapan sistem liberal-kapitalis

Hari ini nampak jelas di pelupuk mata kita, negeri ini makin hari kian ternista. Kita pun merasa, diri sudah tak ada harganya karena hidup yang semakin menderita. Lantas, masihkah kita ragu untuk mencampakkan akar masalah penyebab hidup kian sengsara?
Wallahu a’lam.

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Jargas Gratis Pengganti Elpiji Kenapa Tidak?

Read Next

Pekerjaan Rumah Kabinet Indonesia Maju

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *