ANCAMAN KELAPARAN MENINGKAT DI TENGAH WABAH

Oleh: Sayyidah

Pandemi corona yang terjadi sekarang ini mengakibatkan resesi global yang mengakibatkan perekonomian dunia hancur. Menurut World Food programmer(WFP), 130 juta lebih masyarakat dunia terancam kelaparan akibat pandemic ini (MNC, 27-4-2020). Sebelum terjadi wabahpun setidaknya terdapat 22 juta jiwa rakyat Indonesia menderita kelaparan. Jumlah tsb sekitar 90% dari total jumlah penduduk miskin yakni 25 juta jiwa. Banyak dari mereka tidak mendapat makan yang cukup, dan anak anak cenderung shunting, dikutip dari laman resmi ADB, Rabu, 6-11-2019
Belum lagi adanya kelangkaan beberapa komoditas bahan pokok seperti gula, beras , daging karena tergantung pada import, harganyapun melonjak naik. Beberapa negara telah menghentikan komoditas eksportnya guna memenuhi cadangan dalam negerinya. Kondisi inilah yang memperparah timbulnya kelaparan.

Ditengah ketidakmampuan system kapitalisme menyelamatkan manusia dari wabah yang diikuti krisisekonomi yang berdampak terjadinya kelaparan seharusnya menyadarkan kita bahwa dunia butuh system yang anti resesi yaitu system Islam. Dalam Islam penanggungjawab utama dalam mengurusi hajat rakyat yaitu sebagai pelayan, pengurus dan pelindung adalah kholifah (kepala negara). Sehingga negara akan menguasai seluruh rantai pasokan pangan termasuk produksinya.

Dalam hal distribusi, system Islam akan menyiapkan sarana dan prasarana logistic yang memadai, untuk mendistribusikan pangan ke seluruh daerah yang terkena musibah. Begitu pula SDM yang dibutuhkan untuk mendistribusikannya, aparatur negara memiliki kompetensi yang juga amanah menjalankan funginya. Sebagai pelayan masyarakat serta memiliki kesadaran ruhiyah yang tinggi bahwa tugas yang dijalankan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan . Berbeda dengan system sekarang yang nyata gagal dalam menyejahterakan manusia meskipun tanpa wabah pandemic. Mari kita kembali pada syariat Allah yang pasti baik untuk kesejahteraan manusia seluruhnya

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

KARTU PRAKERJA BUKAN SOLUSI KEBUTUHAN DASAR RAKYAT

Read Next

Pandemi corona, kriminalitas dimana- mana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *